Tindakan operasi merupakan salah satu bentuk terapi medis yang terbagi dalam 3 periode, yaitu : sebelum operasi, selama operasi dan sesudah operasi. Periode sebelum operasi dimulai dari diambilnya keputusan untuk tindakan operasi sampai klien dipindahkan kemeja operasi. Selama peiode ini fisik dan psikis klien disiapkan untuk tindakan operasi, satu hal yang dilakukan dalam perawatan sebelum operasi adalah mendidik klien apa yang perlu mereka ketahui. Periode selama operasi dimulai dari klien dimeja operasi sampai dipindahkan keruang pulih sadar.
Tindakan bedah secara umum dikelompokkan dalam tiga kategori, menurut urgency (mendesak), Risk (resiko) dan purpose (maksud). Lanjutan dari bedah urgency diklasifikasikan dalam tiga tipe : urgent, elektif (berencana) dan optional. Bedah urgent diputuskan karena alasan kesehatan dan keselamatan jiwa, seperti pembuangan apendiks. Bedah elektif (berencana) adalah suatu tindakan operasi bukan karena ancaman dan telah direncanakan beberapa minggu atau bulan sebelumnya seperti tindakan-tindakan meluruskan jari yang bengkok. Bedah optional dilakukan atas permintaan klien walaupun hal itu tidak begitu penting bagi kesehatan seperti operasi plastik pada wajah yang hanya untuk alasan pskologis.
Tingkatan dari resiko diklasifikasikan dalam bedah mayor dan bedah minor menurut tingkatan resiko pada klien. Bedah mayor beresiko tinggi, untuk beberapa alasan karena kehilangan banyak darah, pada organ yang penting atau komplikasi setelah operasi sering terjadi. Sedangkan bedah minor meliputi resiko yang rendah, mengakibatkan sedikit komplikasi.
Tipe dari pembiusan ada dua, yaitu pembiusan umum dan pembiusan lokal. Pada pembiusan umum terjadi kehilangan kesadaran dan sensasi pada pembiusan ini memblok pusat kesadaran yaitu otak sehigga mengakibatkan amnesia, analgesia, hipnosis, dan relaksasi. Pada pembiusan lokal terjadi kehilangan sensasi pada satu daerah tubuh dan klien dalam keadaan sadar.
Tindakan bedah adalah ancaman potensial atau aktual kepada integritas seseorang dapat membangkitkan reaksi stres baik fisiologis maupun psikologis. Stres adalah respon fisiologis dan psikologis dalam menghadapi stressor. Kecemasan adalah respon stres bila ada stressor. Reaksi stres fisiologis ada hubungan langsung dengan bedah, lebih ektensif bedah itu lebih besar respon fisiologisnya. Respon psikologis sesungguhnya tidak ada hunbungan langsung. Prosedur bedah relatif kecil seperti pengangkatan kista di wajah dapat memicu respon psikologis yang lebih besar dari pada mengangkat organ seperti limpa terdapat masalah parut yang potensial.
Banyak tujuan dari tindakan operasi. Dokter bedah menjelaskan metode dan tujuan operasi kepada klien dan keluarganya. Karena periode sebelum operasi merupakan saat peningkatan cemas pada klien dan keluarganya, mungkin karena mereka tidak mengerti alasan mengapa harus dioperasi dan memerlukan penjelasan yang lebih baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar